• O: khas bgtdeh ciki ciki smp, rambut lebih gede dari kepala. Mareta juga dulu gitu.
  • M: engga ih enak aja
  • O: serius dulu kamu gitu, rambut km bagus bgt tp mukanya kecil. thanks to itb sudah menghabisi rambut mareta karena stress
  • M: ....

Manusia Ideal(is)

Taugasih rasanya terlalu banyak kata kata diotak yg pengen dikeluarin terus jadi gabisa tidur karena setiap merem banyak sekali kata kata di pelupuk mata yg pengen loncat keluar. Bingung sih jam setengah 3 pagi harus neror siapa dengan segudang keluh kesah ini.

Aku manusia idealis, bukan manusia ideal. Kalo kata rama sih, kita kaya udah punya cita cita sampai mati. Semuanya udah kebayang, kejadiannya, durasinya. Masalahnya semesta seakan akan tidak mendukung aku dan cita cita sampai matiku berjalan sama sama. Rasanya kaya liat fatamorgana, deket, jelas, tapi fana…

I envy those who..

pfftt… suka ga sih ngerasa ga berbakat dalam apapun sedikitpun? kaya “hey dari sekian banyak sperma yang balapan kenapa gue yang menang?” Melihat sekeliling dan menemukan anak anak segenerasi tuh udah mulai pada nemuin dunianya. Mereka yang tidak pintar akademik/bermusik/bikin karya seni tapi cukup cantik dan atau berbadan sangat luar biasa bagus gaperlu ngapa ngapain tiba tiba bisa jadi artis. Mereka tidak berpenampilan menarik tapi pintar akademik sibuk meniti karir. Mereka yang tidak berpenampilan menarik, ga pintar juga, tapi suaranya bagus atau jago main gitar atau gambarannya ala ala Da Vinci. Atau ngga semuanya tapi orang tuanya kaya raya sehingga dikirim ke Amerika dan walaupun ga berbakat apa apa, men gelar lo paling keren nantinya. Why can’t I be one of them.

Bukannya ga usaha, aku juga coba ko semua pelajaran diluar akademik, les gitar lah, piano, keyboard, perkusi, gambar, tari bali daaaannnnnn segudang lainnya. Tapi kenapa gagal? Here, I tell you a secret. I have an add. I don’t think it’s a disease. All I know is it stands for attention deficit disorder. Ketauannya tuh baru pas kelas 2 sd, semua guru yang ngajar gakuat gitu karena setiap ada pensil jatoh atau acara ulang taun dikelas lain, aku langsung gabisa ngapa ngapain, langsung skip, kehilangan momentum kalo bahasa psikolognya. Ibu bawa aku ke psikolog dan setelah tes ini itu yang sangat panjang ketauanlah semuanya. Apa efeknya? Wah efeknya luar biasa jangka panjang. Biasanya anak add gaada yang tahan main musik hahaha, karena kita gabisa diem lama disuatu ruangan. Apalagi harus konsentrasi. Bahkan yang addnya parah, gaakan bisa tahan nonton 1 film dari awal sampe akhir. Kebayangkan susahnya..

Kemudian aku melupakan usaha bermusik, aku suka menghitung, mungkin aku bisa jadi yang pintar. Tapi engga, hey kalo kalian mau tau aku belajar sehari berapa lama dan berapa banyak yang keserap pasti kalian kasian.. “Ngapain lo belajar lama lama hasil to disitu disitu aja dan masih kalah sama gue yang gapernah belajar haha” I get that a lot, thanks. Hal hal kecil tuh selalu aja jadi masalah, ga teliti ngitungnya lah, atau kebalik ngaliinya hal hal yang harusnya ga salah selalu jadi obstacle, tapi aku juga mau diterima di itb, mau banget. Sayangnya udah ga pinter, ga berbakat, gapunya koneksi juga haaaaaaaaaaaaah.

Anyway, pernah ga takut sm ekspektasi orang tua kalian. Jangan jangan mereka tuh nganggap kita pinter padahal sebenernya ya engga, kita bukan mereka, dan kita ga hidup dijaman mereka yang apa apa belum tergantung uang? Kalo boleh dan bisa ngulang waktu sih aku juga mau hidup di zaman mereka. Tapi bukan hidup namanya kalo kamu bisa pilih dizaman mana kamu mau dilahirin. Tapi kalo bisa ya kalo sih sekalian gitu sm pilih satu bakat He.

Intinya semua orang punya bakat terpendam tuh bullshit. Dulu kiranya ah kayanya gue bakat ngomong nih soalnya masasih gaada sama sekali, eehh taunya pernah suatu hari nyamperin temen temen yang lagi ngumpul gitu terus setelah sekian lama gabung, salah satu nyeletuk gitu “ahh jadi gaseru ya obrolannya pas mareta dateng haha nggadeng bercanda” mungkin dia bilang dia bercanda tapi dibalik nggadeng selalu ada unsur serius. Yaampun bikin obrolan seru aja aku gabisa :’). Atau sempet mikir juga kayanya aku bakat nulis nih, pas baca postingan jaman dulu bleh jiji sendiri yang ada.. Mamaaaa aku juga mauu punya bakat yang bisa dibanggakan. Bakat konyol kaya ngocol di ask fm aja aku gapunya haha pengen sekali ngubur diri pake lumpur hisap dan hilang selamanya :|

Bukannya gamau bersyukur atas apa yang didapet. Cuman sedikit berharap bisa jadi secuil kebahagiaan orang tua kaya “Hey liat anakku gakuliah di univ bagus tapi dia jago nyanyi” HAHAHA ENGGA ADAYAH………………… yaudahdeh……………

Hujan dan Pelangi

Hujan. Aku benci hujan. Dan aku benci pelangi. Hujan adalah presipitasi berwujud cairan, luapan kesedihan langit dan alam semesta. Sementara pelangi hanyalah busur cahaya, spektrum warna, mencuri perhatian dengan sejuta keindahan fana.

-

Beberapa bulan terakhir ini kondisi keluargaku sedang berada diambang batas kesulitan. Meskipun aku masih bisa bersyukur karena tetap mendapat makan setiap hari dan tidak perlu bekerja untuk bisa sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan primer yang tidak bisa ayahku penuhi dari penjara, semua kebutuhan sekunder kami dikesampingkan, termasuk kendaraan. Untunglah sebagai anak laki laki pertama dan satu satunya aku sudah terbiasa kemana mana sendirian, hanya saja ashma yang kuderita ini tidak bisa menahan dinginnya hujan. Hujan selalu menghalangiku. Seperti hari ini. Aku dan sepedaku terpaksa berhenti di sebuah toko kue kecil yang usang sambil menunggu hujan. Bukannya berhenti hujan malah semakin menggila. Mungkin duduk dan beristirahat di toko ini sebentar tak ada salahnya.

"Hai!" sebuah suara ringan yang menyenangkan menggelitik telingaku. "Ya?" kataku singkat sambil mencari inhaler di ransel. "Kamu kenapa?" suara itu kembali mengalun berusaha mengalahkan suara riuhnya hujan. "Aku, aku benci hujan, dan aku.." belum selesai aku mengucapkan kata kata andalanku, suara itu kembali menyahut "Namaku Pelangi, kamu siapa?" kepalaku mendongak sebal ketika menemukan sesosok gadis hitam manis berambut ikal yang mengulurkan tangannya. Tidak kuhiraukan tangan yang terulur itu dan tetap mencari inhaler "Namaku Jamus." ucapku lirih berharap dia pergi karena sejujurnya sosoknya membuat dadaku semakin sesak. "Jamus? Namamu lucu, aku duduk disini ya? Namaku Pelangi" 

"Terserah dan ya, Pelangi, aku sudah dengar namamu Pelangi." akhirnya aku menemukan benda keramat penyambung hidupku. Kemudian aku terdiam sebentar menatap Pelangi sambil menerka apa yang akan dia pikirkan melihat aku memakai inhaler bodoh ini, ah tapi siapa peduli apa yang dia pikirkan. 

Hujan tak kunjung reda dan Pelangi tidak pernah berhenti mengoceh. Sudah tiga jam kami disini dan mendengarkan ceritanya terkadang membuatku terpancing untuk juga bercerita. Obrolan panjang ini membuatku seperti sudah mengenalnya bertahun tahun. Aku tau dia suka hujan, dan wangi tanah setelah hujan, aku tau dia suka bulan, dan cahaya lembut yang mengitarinya dimalam yang dingin. Aku tau dia sangat menyukai namanya, dan dia sangat bangga atas kesetiaan pelangi menunggu hujan reda. Pelangi, seperti namanya iapun mencuri perhatian dengan sejuta keindahannya. “Jamus, aku suka hujan, karena hujan membuatmu menemukanku.” 

-

Ayahku yang sudah terbukti hanya difitnah kembali menafkahi keluargaku. Hidupku perlahan kembali seperti semula. Mobil keluargaku kembali mengantarkanku dikala hari hujan sehingga tidak ada hambatan lagi untukku bisa bepergian. Pelangi berjanji akan menungguku di toko itu setiap kali hujan datang. Tapi Pelangi tidak pernah datang. Sudah empat bulan sejak hujan pertama kami dan tidak pernah lagi kutemukan senyumannya di dalam toko kue usang itu. 

-

Hujan. Aku benci hujan. Dan aku benci pelangi. Hujan adalah presipitasi berwujud cairan, luapan kesedihan langit dan alam semesta, dan hujan membuatku menemukanmu. Sementara pelangi hanyalah busur cahaya, spektrum warna, mencuri perhatian dengan sejuta keindahan fana yang menyapa dikala langit berduka dan hilang saat matahari sudah kembali.

Tags: fiksi

aku habis macet macetan malem minggu di jalan dago, karena akses lain menuju rumah semuanya lagi di beton.. antara senang dan kesal, bandung macet banget sekarang, lama lama tua dijalan bukan sekedar wacana deh.. 

anyway, tadi pagi buka tumblr sendiri dari hp orang, terus mikir kenapa kenapa kenapa oh kenapa urlnya bocah sekali, terus mikir gimana kalo diganti jadi maretahardiman aja yang normal dan lebih dewasa. tapi tapi tapi mareta tuh maretabisaterbang banget ga sih, 6 tahun bersama.. rasanya tak ingin kuganti.. nanti deh mungkin dilebih dewasakan kalau sudah waktunya. lagipula siapa yg peduli sih urlnya mau apa pfft

Burung Burung Manyar

Ini adalah judul buku yg sedang dibaca, suka sekali buku ini. Ceritanya sederhana, tentang seorang ningrat jawa sebatang kara yang jadi tentara KNIL kepisah sama kekasihnya. Yang sangat menarik adalah sudut pandangnya ada 2, Raden Mas Sinyo/Teto/Setadewa yang sebenernya orang Indonesia tapi malah ngedukung Belanda, dan satu lagi Larasati/Atik kekasihnya yang ada di pihak Soekarno.

Selama ini mindset kita adalah Indonesia dijajah Belanda. Pernah ga sih kalian mikir apa pengaruhnya? Peninggalannya. setelah baca buku ini aku mikir jangan jangan Indonesia kurang lama dijajah Belanda jadi masih bobrok heee seenaknya aja ngomong gatau rasanya dijajah sih..

Buku ini alurnya cukup cepet dan ga bertele tele. Bahasanya bebas tapi sukses bikin mikir dan ngebayangin riotnya Indonesia 1934 - 1978. Mungkin bukunya udah gaada di toko buku karena inipun nemu di rak buku babap yang sangat berdebu dan rapuh. Tapi seandainya menemukan buku ini, cobadeh baca meskipun covernya kurang menarik.

salam pembaca,
Mareta Hardiman

mareta (dulu) bisa terbang

haaloo, post pertama setelah berbulan bulan vakum dan berbulan bulan sebelumnya hanya ngepost conversation tidak lucu yang dipaksakan… apakabar semuanya! rindu sekali sm suasana tumblr yang tau-cerita-orang-tapi-tidak-kepo dan cerita-tanpa-bakal-ada-yang-kepo, btw terakhir ninggalin tumblr bahasa kepo belum musim yah tuhkan even better..

aku! hmm aku sedang berada di inti bumi nih haha. enggasih ga separah itu. aku gagal masuk itb tahun ini, tapi hatikku tidak ke yang lain meskipun sepertinya otakku tidak ke itb haaaa tapi yasudahlah, pokonya temukan aku di prosus inten jalan aceh depan hotel amaroosa setiap senin-sabtu yah mungkin kalau gaada kabur kesamping sedetik. marilah kita membahas yang lain, shall we?

teman temanku sudah besaarrr! bayangkan kami yang kebanyakan bareng dari tk/sd sekarang sudah kuliah!! seiring berjalannya waktu juga orang orang mulai berubah, entah aku yang terlalu ansos sehingga terbelakang sendiri gituya? tapi lucu aja gitu dulu biasanya bener bener kemana mana bareng tuh ga salah lagi, sekarang mau ketemuan sebentar aja susahnya D’: semua cewe cewe teman dekatku kuliah di unpar, memang aku sungguh tidak membanggakan. haduh kembali lagi kesitukan, skip.

oiya! beberapa bulan sebelum sbmptn ada sesuatu yang menarik, beberapa orang, (10,5 tepatnya) pejuang taruna bakti bertemu disebuah rumah di cigadung. awalnya kenapa ya bisa ngumpul gitu ga paham jugasih pokonya 8 dari kami berjuang untuk itb 1 kedokteran 1 mau beasiswa ke swiss dan setengah lagi unpar. jadi kami sering belajar bareng di rumah anton yang paling sepi karena orang tuanya di belanda strategis. terus dapur anton tuh emg enak banget buat ngumpul gitu, dapur outdoor terus meja makan melingkar gitu uber cute jadi kita sering masak masak juga disela sela kesibukkan mengerjakan soal…

ironisnya, setiap hari mengerjakan soal sampe malem banget lalu subuh lanjut kemudiah mulai lagi sampe malem itu ga cukup sehingga hanya kalis yang paling solehlah yang pada akhirnya keterima itb.. tapi kita masih sering kerumah anton untuk sekedar main fifa sambil makan cupcake ko yeay!

sebelum sbmptn juga aku sempet ikut THC, sialnya 10 hari sebelum dilantik, virus db sialan menyerang sehingga aku harus mengulang 2 tahun lagi hadeuh. ga ikut pawidya, sbmptn sambil mimisan, sungguh demam berdarah lawakannya gaada yang ngalahin. selama dirumah sakit aku tak berdaya karena dbnya nyerang liver juga terus diafragma dipenuhin sm gas aneh, jadi semacam tawanan rumah sakit gitu terkulai lemah di kasur pake selang oksigen yg bikin susah ngupil, untung aja teman temanku yang luar biasa baik hati banyak yg dateng berkunjung bawain segala macem, dari mulai makanan, bunga, balon, soal latihan, segala macem :’D terharu deh huah.

kembali ke THC, THC itu taruna hiking club. belum dilantik aja udah seru bangetdeh ga bohong (viva la THC!), ayo ayo pada ikutan! terbuka untuk umum dan alumni juga ko! sebelum db sempet camping dan climbing sm mereka dan mereka sangat amat teramat menyenangkan aduh jadi tambah sedih gajadi dilantik taun ini huuueee. jadi intinya sih db menghancurkan almost everything, tapi mungkin ini cara Allah mau nunjukin ketakaburan aku selama ini apa gimana yah pokonya semoga apapun yg terjadi adalah yang terbaik deh..

oiya! sekarang ibu sama babap dan teman teman punya warung iga dijalan dago asri 24, enak loh kalian harus coba! jangan lupa mampir yaa! awal awal buka aku diutus babap untuk ngajarin pegawai gimana caranya make mesin kasir seruloh jadi kasir heee. pokonya kalian harus kesana terus pesen iga bakar madu sama susu coklat panas, dijamin nagih deh!loh kenapa ini jadi promosi…

ini sudah panjang sekali dan semakin ngaco mungkin nanti lagi saja lanjut cerita ceritanya, selamat melakukan apapun yang sedang kalian lakukan, sekali lagi rindu sekali sama tumblr hueeeee ini post pertama dan tidak akan jadi yang terakhir!

peluk cium,
mareta hardiman

  • Imun: aku selalu doain lukman disetiap solatku
  • Manda: disetiap solatmu yang jarang itu ya mun?
  • Mareta: mang kita ga cocok bgtlah km benci serangga aku sangat suka serangga..
  • Manggala: gapapa mar hidup itu harus saling mengisi..
  • Mareta: aku suka kucing.. Mas iyo benci kucing
  • Abi: tapi kalian saling suka, daripada aku.. Aku suka anjing dia suka anjing.. Dia sm yg lain.. Aku sendiri..

(Source: icanread)